Barang peningggalan Afridza Munandar di Perum Tamansari Indah

Wujudkan Cita-cita Mendiang Afridza Munandar
foto afridza munandar

Kasinoonline88 – Duka masih terasa di kediaman keluarga besar almarhum Afridza Syach Munandar di Perum Tamansari Indah No. D9, Kersamenak, Kecamatan Kawalu, Tasikmalaya, Selasa (2019/05/11) siang. Dikereta luncur karangan bunga menghiasi belasungkawa masih terlihat di sekitar rumah duka. Sebuah spanduk dengan pelari potret kelahiran 13 Agustus 1999 , terukir ‘Welcome Home Champ‘ terpampang di muka rumah duka.

Saat Tribun Jabar melayat ke rumah duka, ada yang cukup menyita perhatian, tepatnya di ruangan depan. Di sudut ruangan depan rumah duka itu terlihat berjejer sejumlah piala yang berhasil didapat almarhum Afridza semasa hidup. Mengenang Afridza Munandar: Selalu Berdoa Setiap Balapan, Kerap Bersujud untuk Bersyukur.

Jenazah pembalap Afridza Munandar

Wujudkan Cita-cita Mendiang Afridza Munandar
jenazah pembalap afridza syach munandar

Di ruangan itu juga terlihat ada motor balap mini yang merupakan cikal bakal mengantarkan Afridza turun di dunia balap. Tidak hanya itu, sejumlah seragam balap dan helm yang biasa Afridza kenakan di sirkuit menghiasi ruangan. Beberapa potret kenangan mulai dari foto Afridza saat balita hingga berfoto dengan pebalap kelas dunia Marc Marquez dan Dani Pedrosa terlihat di antara deretan tropi.

Tribun Jabar pun mendapatkan kesempatan berbincang dengan ayahanda almarhum Afridza Munandar, Irwan Munandar (48). Irwan yang sudah terlihat tegar setelah ditinggal anak pertamanya itu mengenang anaknya merupakan sosok anak muda yang disiplin dan taat beribadah. “Semangatnya tinggi untuk menjadi atlet pebalap motor kelas dunia. Dia sangat ingin masuk MotoGP,” kata dia.

Ternyata, jiwa balap Afridza memang sudah terlihat dari semasa kecil. Apalagi almarhum kakeknya bergelut di dunia yang sama, yaitu otomotif. Mendiang kakeknya yakni Andi Suryana, adalah pebalap nasional motor cross di tahun 1970. Selain bermimpi besar mengikuti ajang bergengsi MotoGP, lanjut Irwan, belum lama ini anaknya tersebut bercita-cita untuk membangun sebuah kafe.

Kenangan pembalap afridza munandar

Wujudkan Cita-cita Mendiang Afridza Munandar
afridza munandar

“Cita-cita lain Ridza pernah bilang mau bikin kafe bernuansa otomotif, tapi belum kesampaian,” tutur Irwan. Sepeninggal pebalap berbakat itu, keluarga pun berencana akan mewujudkan cita-cita almarhum. “Berhubung dulu pengen membuka kafe, saya dan keluarga berencana membuat kafe sekaligus museum, untuk merealisasikan cita-cita yang belum kesampaian almarhum,” katanya.

Museum sekaligus kafe itu nantinya akan dihiasi sejumlah barang yang menyita perhatian di pojok ruangan depan rumah duka. Keluarga berharap dengan itu kenangan manis akan Afridza sebagai pembalap yang mengharumkan nama Tasikmalaya dan Indonesia tetap ada untuk selalu diingat, dan kenangan itu semua tidak akan pernah lupa.